Tim Intelijen Lanal Babel dan Satgasus Gagalkan Penyelundupan Timah di Selindung Pangkalpinang
Tim Intelijen Lanal Babel dan Satgasus Gagalkan Penyelundupan Timah di Selindung Pangkalpinang
Navy news
PANGKALPINANG, BUKATABIR.COM, — Upaya penyelundupan pasir timah kembali berhasil digagalkan aparat gabungan TNI Angkatan Laut di kawasan Jalan Batu Rusa II, Selindung, Kota Pangkalpinang, pada Senin malam, 11 Mei 2026.
Operasi yang dipimpin Tim Intelijen Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung bersama Satgasus Pusat Intelijen TNI Angkatan Laut berhasil mengamankan sekitar 1 ton timah kering yang telah dikemas dalam 21 kampil dan diduga hendak diselundupkan keluar Pulau Bangka melalui jalur ilegal.
Selain barang bukti pasir timah, aparat juga berhasil mengamankan satu unit mobil Suzuki pickup yang digunakan untuk mengangkut pasir timah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus bermula dari hasil pemantauan intensif aparat intelijen terhadap aktivitas mencurigakan di kawasan Jalan Batu Rusa II yang diduga kerap dijadikan jalur distribusi timah ilegal. Setelah memastikan adanya pergerakan mencurigakan, tim langsung melakukan penyergapan di lokasi.
Namun saat proses penindakan berlangsung, pelaku yang diduga mengetahui kedatangan aparat langsung melarikan diri meninggalkan kendaraan beserta muatan timah. Aparat sempat melakukan upaya pengejaran, namun pelaku berhasil kabur memanfaatkan kondisi lokasi yang gelap dan akses jalan sempit menuju kawasan pesisir.
“Tim langsung bergerak cepat begitu memastikan adanya aktivitas pengangkutan timah ilegal. Saat dilakukan penindakan, pelaku melarikan diri dan kini masih dalam proses pengejaran,” ujar sumber internal yang mengetahui operasi tersebut.
Seluruh barang bukti berupa satu unit mobil Suzuki pickup dan 21 kampil timah kering kemudian diamankan ke Markas Komando Lanal Babel untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Aparat juga masih mendalami dugaan adanya jaringan penyelundupan timah yang terorganisir di wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya. Jalur pesisir Selindung sendiri selama ini disebut menjadi salah satu titik rawan aktivitas pengiriman timah ilegal melalui jalur laut.
Sementara itu publik menanti siapakah pemilik timah tersebut.

Komentar via Facebook