Proyek Kopdes Merah Putih Simpang Katis Memakan Korban Jiwa, Seorang Pekerja Tewas Saat Memasang Plafon

Proyek Kopdes Merah Putih Simpang Katis Memakan Korban Jiwa, Seorang Pekerja Tewas Saat Memasang Plafon

Proyek Kopdes Merah Putih Simpang Katis Memakan Korban Jiwa, Seorang Pekerja Tewas Saat Memasang Plafon

Foto Ilustrasi sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)

BANGKA TENGAH, BUKATABIR.COM, – Suara palu yang sejak pagi berdentang memecah keheningan proyek mendadak berhenti. Deru mesin pemotong perlahan menghilang. Para pekerja yang semula sibuk menyelesaikan bangunan sontak berlarian menuju satu titik di dalam gedung.

Di sanalah seorang pekerja proyek ditemukan tergeletak. Ia diduga terjatuh saat memasang plafon bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (22/7/2026).

Peristiwa tragis itu mengubah suasana proyek yang sejak pagi berlangsung normal menjadi kepanikan dan duka mendalam.

Sejak pagi, para pekerja tampak berpacu dengan waktu menyelesaikan pembangunan. Sebagian memasang rangka bangunan, sementara yang lain merapikan dinding dan lantai. Korban diketahui tengah mengerjakan pemasangan plafon, salah satu tahapan akhir sebelum bangunan dinyatakan siap digunakan.

Namun, pekerjaan yang tinggal selangkah menuju penyelesaian itu berakhir dengan insiden fatal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi dari sumber yang enggan disebutkan namanya, orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut adalah pengawas proyek yang sedang melakukan pengecekan rutin di lokasi.

"Pekerja Kopdes Simpang Katis meninggal dunia saat memasang plafon. Yang pertama mengetahui pengawas proyek, bukan rekan kerjanya," ujar sumber tersebut.

Kabar itu menyebar dengan cepat. Para pekerja meninggalkan peralatan mereka dan bergegas menuju lokasi korban. Sebagian berupaya memberikan pertolongan, sebagian lainnya menghubungi ambulans, sementara beberapa pekerja hanya mampu berdiri terpaku menyaksikan tragedi yang baru saja terjadi.

Aktivitas proyek pun dihentikan seketika.

Tangga yang diduga digunakan korban untuk bekerja masih berdiri di lokasi. Rangka plafon yang belum selesai terpasang masih menggantung di bagian atas bangunan, sementara material konstruksi berserakan di lantai, menjadi saksi bisu atas insiden yang terjadi hanya beberapa saat sebelumnya.

Bangunan Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan salah satu fasilitas yang dipersiapkan pemerintah untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa. Fasilitas tersebut umumnya dilengkapi ruang pelayanan koperasi, ruang administrasi, ruang rapat, gudang, serta sarana penunjang lainnya.

Pada tahap akhir pembangunan, seperti pemasangan plafon, pekerjaan dilakukan di ketinggian sehingga memiliki tingkat risiko yang tinggi. Karena itu, penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), menjadi aspek yang sangat penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan kerja.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penelusuran. Belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun aparat kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian, termasuk apakah korban telah menggunakan APD sesuai standar keselamatan kerja saat insiden terjadi.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan infrastruktur yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, keselamatan para pekerja harus menjadi prioritas utama. Penyelidikan yang menyeluruh diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut sekaligus memastikan seluruh standar keselamatan kerja diterapkan secara konsisten pada setiap proyek konstruksi, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.