Jejak Pengabdian AKP Candra Wijaya: Dari Penjaga Perairan hingga Pimpinan Polsek Jebus
Jejak Pengabdian AKP Candra Wijaya: Dari Penjaga Perairan hingga Pimpinan Polsek Jebus
Pengalaman Panjang di Lapangan dan Kehumasan, AKP Candra Wijaya Kini Mengemban Amanah di Jebus
BANGKA BELITUNG, BUKATABIR.COM,— Perjalanan karier AKP Candra Wijaya, S.H., M.H. di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan pengalaman yang cukup beragam. Dari tugas di bidang kepolisian perairan, kemudian dipercaya menjalankan fungsi kehumasan di tingkat Polda, hingga akhirnya mendapat amanah sebagai Ps. Kapolsek Jebus Polres Bangka Barat.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan, pengamanan serta kedekatan kepolisian dengan masyarakat.
Pada Agustus 2026, AKP Candra Wijaya, S.H, M.H resmi dipercaya sebagai Ps. Kapolsek Jebus Polres Bangka Barat dalam rangkaian serah terima jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Polres Bangka Barat. Rotasi tersebut dipimpin Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H.
Berangkat dari Pengalaman di Kepolisian Perairan
Jauh sebelum menduduki posisi di wilayah hukum Jebus, nama AKP Candra Wijaya, S.H, M.H telah dikenal dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan Bangka Barat.
Pada 2020, Candra tercatat menjabat sebagai Kasat Polair Polres Bangka Barat. Dalam posisi tersebut, ia aktif menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat pesisir dan nelayan, khususnya menghadapi cuaca ekstrem serta kondisi laut yang berubah-ubah.
Pengalamannya di bidang perairan juga terlihat dalam berbagai kegiatan operasional. Salah satunya ketika personel Satpolair bersama TNI AL melakukan evakuasi kapal nelayan yang mengalami kebocoran di perairan Mentok pada Oktober 2020. Dalam kegiatan tersebut, Candra menyampaikan bahwa seluruh anak buah kapal dan nakhoda berhasil diselamatkan.
Tidak hanya penanganan kecelakaan laut, pada periode tersebut Satpolair di bawah kepemimpinannya juga melakukan patroli dan sambang kepada masyarakat pesisir untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk tindak kriminal di wilayah perairan.
Pada 2021, Candra kembali tercatat sebagai Kasat Polair Polres Bangka Barat. Ia menyampaikan bahwa patroli dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas, mencegah aksi premanisme, sekaligus mengawasi aktivitas masyarakat dan lalu lintas barang di wilayah perairan.
Kepemimpinan yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat
Memasuki 2022, Candra masih dipercaya menjalankan tugas sebagai Kasat Polairud Polres Bangka Barat.
Sejumlah kegiatan yang dilakukan pada masa tersebut memperlihatkan pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pelayanan dan pembinaan masyarakat.
Salah satunya kegiatan sambang kepada kelompok nelayan di Muntok. Personel memberikan imbauan keselamatan melaut sekaligus bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat nelayan yang terdampak kondisi cuaca.
Pada April 2022, Satpolairud Polres Bangka Barat yang dipimpin Candra juga terlibat dalam pengamanan dua kendaraan yang hendak diseberangkan menuju Palembang dan diduga berkaitan dengan laporan polisi dari Polres Pangkalpinang.
Namun, pada September 2022 terjadi rotasi jabatan. Jabatan Kasat Polairud Polres Bangka Barat yang sebelumnya diemban AKP Candra Wijaya diserahterimakan kepada Iptu Sugiyanto.
Beralih ke Dunia Kehumasan Polda Babel
Setelah menjalani pengalaman panjang di bidang kepolisian perairan, Candra kemudian dipercaya mengemban tugas di bidang kehumasan Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Pada 2023, ia tercatat sebagai PS Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepulauan Babel. Posisi tersebut menempatkannya dalam fungsi yang berkaitan dengan penyampaian informasi kepolisian kepada masyarakat dan hubungan dengan media.
Pengalaman di bidang kehumasan menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier Candra. Kemampuan berkomunikasi, memahami informasi publik serta membangun hubungan dengan masyarakat dan insan pers merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian di era keterbukaan informasi.
Pada 2024, Candra bahkan mendapatkan perhatian dalam konteks kompetensi kehumasan. ANTARA mencatat AKP Candra Wijaya sebagai Kaur Penmas Humas Polda Bangka Belitung yang masuk dalam jajaran tujuh anggota Humas Polri penerima penghargaan kompetensi terbaik dari Kadiv Humas Polri.
Kembali ke Lapangan, Dipercaya sebagai Kasat Polairud Belitung Timur
Perjalanan karier Candra kemudian kembali bersentuhan dengan bidang kepolisian perairan.
Berdasarkan Surat Telegram Polda Babel Nomor ST/278/V/KEP./2024 tertanggal 9 Mei 2024, Candra ditunjuk sebagai Kasat Polairud Polres Belitung Timur, menggantikan Iptu Agustian. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepulauan Babel.
Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan pada 21 Mei 2024. Dalam struktur baru Polres Belitung Timur, Candra secara resmi menjabat sebagai Kasat Polairud.
Pada Juni 2024, misalnya, ia memimpin patroli perairan dan sambang kamtibmas di Pulau Buku Limau, Kecamatan Manggar. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keamanan wilayah perairan, memperkuat hubungan dengan nelayan serta mencegah tindak kejahatan di kawasan pesisir.
Kini Mengemban Amanah di Jebus
Setelah menjalani sejumlah pengalaman di berbagai bidang, AKP Candra Wijaya kembali dipercaya bertugas di wilayah Bangka Barat.
Terlihat baru menjabat AKP Candra Wijaya sebagai Kapolsek Jebus berhasil mendamaikan konflik perbatasan antara Desa Teluk Limau, dan Desa Cupat, pada Rabu ( 2/9/2026).
Sebagai Kapolsek, tantangan yang dihadapi tentu berbeda dibandingkan ketika bertugas di Satpolairud maupun bidang kehumasan.
Wilayah Jebus membutuhkan pendekatan kepolisian yang mampu menggabungkan penegakan hukum, pencegahan gangguan kamtibmas, komunikasi publik dan pelayanan masyarakat.
Hal tersebut terlihat ketika pada 23 Agustus 2026, tidak lama setelah dipercaya memimpin Polsek Jebus, Candra bersama personel turun langsung menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas perjudian jenis kodok-kodok.
Polisi melakukan pengecekan ke lokasi serta meminta keterangan warga. Saat pemeriksaan dilakukan, petugas tidak menemukan aktivitas perjudian sebagaimana informasi yang diterima.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa setiap informasi masyarakat tetap mendapatkan respons dan verifikasi di lapangan sebelum kepolisian mengambil langkah lebih lanjut.
Dari Perairan, Kehumasan hingga Kewilayahan
Jika melihat perjalanan tugas yang dapat ditelusuri dari sejumlah sumber, karier AKP Candra Wijaya memperlihatkan pengalaman lintas fungsi.
Ia pernah berada di garis depan menjaga keamanan wilayah perairan Bangka Barat, menjalankan fungsi kehumasan di Polda Kepulauan Babel, kembali memimpin satuan perairan di Belitung Timur, dan kini mendapat kepercayaan mengemban tugas kewilayahan sebagai Ps. Kapolsek Jebus.
Perjalanan tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika masyarakat.
Pengalaman di lapangan memberikan pemahaman mengenai karakter masyarakat dan persoalan kamtibmas. Sementara pengalaman di bidang kehumasan memberikan bekal dalam membangun komunikasi publik dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak.
Kini, tantangan berikutnya berada di pundaknya sebagai pimpinan kepolisian tingkat sektor.
Masyarakat tentunya berharap kehadiran AKP Candra Wijaya, S.H, M.H di Jebus mampu menghadirkan kepolisian yang tegas dalam penegakan hukum, humanis dalam pelayanan, responsif terhadap laporan masyarakat, serta terbuka dalam komunikasi publik.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan seorang Kapolsek bukan hanya diukur dari seberapa banyak perkara yang ditangani, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa aman, dilayani dan mendapatkan kepastian ketika membutuhkan kehadiran negara melalui institusi kepolisian.

Komentar via Facebook