Isu Judi PO Menghangat, Warga Tegaskan Aktivitas Tidak Berada di Belakang Rumah Dinas Kapolsek
Isu Judi PO Menghangat, Warga Tegaskan Aktivitas Tidak Berada di Belakang Rumah Dinas Kapolsek
Foto Ilustrasi sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)
Bangka Barat, Bukatabir.com, – Polemik terkait aktivitas judi PO di Kecamatan Parittiga kembali menjadi perbincangan masyarakat. Menanggapi berbagai informasi yang beredar, seorang tokoh masyarakat Tionghoa di Parittiga meminta publik agar tidak keliru dalam memahami sejarah maupun lokasi aktivitas yang selama ini menjadi pembahasan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Tjung (50) kepada beberapa media yang menyudutkan aktivitas tersebut dibelakang rumah dinas Kapolsek.
“Mari datang kelokasi buktikan, secara profesional dalam suatu penyampaian informasi,” ucap Tjung.
Menurut tokoh tersebut, informasi yang menyebut aktivitas judi PO berlangsung di belakang rumah dinas Kapolsek Parittiga dinilai tidak tepat dan perlu diluruskan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” kata Tjung (50) saat berada dirumahnya.
Tjung dengan tegas jangan sampai masyarakat menerima informasi yang keliru mengenai lokasi aktivitas tersebut. Setiap informasi sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang mengetahui secara langsung.
Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat tersebut juga menyampaikan pandangannya mengenai judi PO yang menurutnya telah dikenal oleh sebagian masyarakat keturunan Tionghoa di wilayah Parittiga sejak lama.
Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan bukan penetapan resmi mengenai tradisi budaya masyarakat Tionghoa secara keseluruhan.
“Kami berharap masyarakat dapat membedakan antara pandangan pribadi, sejarah lokal yang berkembang di masyarakat, dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Tjung.
Dengan demikian, berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan dapat disikapi secara bijak, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik yang tidak perlu.

Komentar via Facebook