Intel Lanal Babel Amankan Diduga 10 Ton Pasir Timah Ilegal di Dermaga Sungai Bunting Belinyu

Intel Lanal Babel Amankan Diduga 10 Ton Pasir Timah Ilegal di Dermaga Sungai Bunting Belinyu

Intel Lanal Babel Amankan Diduga 10 Ton Pasir Timah Ilegal di Dermaga Sungai Bunting Belinyu

Foto Ilustrasi sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)

BANGKA, BUKATABIR.COM, – Tim Intelijen Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik penyelundupan komoditas timah ilegal. Pada Sabtu (20/6/2026), aparat dikabarkan mengamankan sekitar 10 ton pasir timah yang diduga hendak diselundupkan melalui kawasan Dermaga Sungai Bunting, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi pengamanan dilakukan setelah petugas menerima laporan terkait adanya aktivitas mencurigakan di kawasan dermaga yang kerap dijadikan jalur distribusi hasil tambang ilegal. Tim Intel Lanal Babel kemudian melakukan pemantauan dan pengintaian sebelum akhirnya melakukan penindakan di lokasi.

Saat operasi berlangsung, petugas menemukan tumpukan karung berisi pasir timah yang diperkirakan mencapai 10 ton. Barang tersebut diduga akan dipindahkan ke kapal untuk selanjutnya dibawa keluar wilayah Bangka Belitung melalui jalur darat dan laut.

Sejumlah pekerja yang berada di lokasi disebut sempat berupaya meninggalkan area ketika mengetahui kedatangan petugas. Namun seluruh barang bukti berhasil diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sumber internal menyebutkan bahwa aparat masih melakukan pendalaman guna mengungkap pemilik serta jaringan yang terlibat dalam dugaan penyelundupan tersebut. Hingga saat ini, identitas pemilik pasir timah maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman tersebut masih dalam proses investigasi.

Kasus ini menambah daftar panjang upaya penindakan terhadap peredaran dan penyelundupan timah ilegal di Bangka Belitung. Sebelumnya, Lanal Babel juga beberapa kali berhasil menggagalkan pengiriman puluhan ton pasir timah ilegal yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri melalui jalur laut. 

Komandan Lanal Babel dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperketat pengawasan di wilayah pesisir dan pelabuhan-pelabuhan rakyat yang rawan dijadikan jalur penyelundupan sumber daya alam strategis. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga tata niaga timah serta mencegah kerugian negara akibat aktivitas pertambangan dan perdagangan ilegal. 

Masyarakat berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata, tetapi juga mampu mengungkap aktor intelektual dan jaringan besar yang selama ini diduga berada di balik praktik penyelundupan timah di Bangka Belitung.

"Penegakan hukum harus menyentuh pemilik dan pengendalinya, bukan hanya pekerja lapangan. Dengan demikian, praktik penyelundupan timah dapat ditekan secara maksimal," ujar salah seorang tokoh masyarakat Belinyu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lanal Babel masih melakukan pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pasti barang bukti maupun pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.