Harga Timah Internasional Melonjak, Ekonomi Bangka Belitung Diprediksi Bergairah

Harga Timah Internasional Melonjak, Ekonomi Bangka Belitung Diprediksi Bergairah

Harga Timah Internasional Melonjak, Ekonomi Bangka Belitung Diprediksi Bergairah

Sumber Foto ( Mongabay) sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)

PANGKALPINANG, BUKATABIR.COM,— Harga timah dunia kembali menunjukkan tren penguatan signifikan sepanjang Mei 2026. Dalam perdagangan London Metal Exchange (LME), harga timah tercatat menembus kisaran US$55.000 hingga US$56.000 per metrik ton, mendekati level tertinggi sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi sektor pertambangan dan perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil timah terbesar di Indonesia. 

Kenaikan harga timah dunia dipicu oleh meningkatnya permintaan industri elektronik dan teknologi global, termasuk kebutuhan bahan baku untuk pusat data dan industri kecerdasan buatan (AI). Selain itu, pasokan timah dunia yang mulai ketat turut mendorong harga bergerak naik tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data perdagangan internasional, harga timah bahkan sempat menyentuh level US$57.425 per ton pada awal 2026 sebelum mengalami koreksi dan kembali rebound pada pertengahan Mei. Dengan kurs rupiah yang berada di kisaran Rp17 ribuan per dolar AS, nilai timah saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp950 ribu hingga Rp960 ribu per kilogram. 

Lonjakan harga tersebut dinilai membawa dampak positif terhadap aktivitas ekspor timah Bangka Belitung. Nilai ekspor sektor timah disebut mengalami peningkatan signifikan dan mulai mendorong perputaran ekonomi masyarakat di daerah tambang. Sejumlah pelaku usaha berharap momentum kenaikan harga ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola pertambangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Pemerintah daerah juga menyambut positif penguatan harga timah dunia. Dinas ESDM Bangka Belitung menyebut kondisi ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan sektor pertambangan yang lebih tertata dan berkelanjutan. Namun di sisi lain, aparat diminta tetap memperketat pengawasan terhadap aktivitas penyelundupan timah ilegal yang masih menjadi ancaman serius di wilayah Bangka Belitung.

Pengamat ekonomi menilai, apabila tren harga timah dunia terus bertahan di level tinggi, maka pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung berpotensi kembali meningkat pada semester kedua tahun 2026. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya stabilitas regulasi, pengawasan ekspor, dan penataan tambang rakyat agar lonjakan harga tidak memicu maraknya praktik tambang ilegal di lapangan.