Harga Timah Dunia Tembus US$56.200 per Ton, Harga Bijih Timah Rakyat Babel Jadi Sorotan

Harga Timah Dunia Tembus US$56.200 per Ton, Harga Bijih Timah Rakyat Babel Jadi Sorotan

Harga Timah Dunia Tembus US$56.200 per Ton, Harga Bijih Timah Rakyat Babel Jadi Sorotan

Oleh : Samsul Hidayat 

BANGKA BELITUNG, BUKATABIR.COM,— Harga timah dunia masih berada pada level tinggi hingga Senin, 17 Agustus 2026. Pergerakan harga di pasar global menunjukkan komoditas logam timah tetap menjadi salah satu perhatian utama pasar mineral, sementara di Bangka Belitung harga pembelian bijih timah dari masyarakat kembali menjadi sorotan.

Berdasarkan data perdagangan yang tersedia, harga timah acuan berada di kisaran US$55 ribu–US$56 ribu per ton. Data Trading Economics mencatat harga timah berada di sekitar US$55.854 per metrik ton pada 17 Agustus 2026, sementara data historis LME yang dihimpun Westmetall menunjukkan harga timah kontrak tiga bulan pada 14 Agustus berada di US$56.200 per ton.

Pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, pergerakan pasar logam juga masih positif. Shanghai Metals Market (SMM) melaporkan harga timah LME pada sekitar pukul 11.42 waktu setempat menguat 0,43 persen.

Dengan menggunakan kurs sekitar Rp17.820 per dolar AS pada perdagangan Senin, harga US$56.200 per ton secara sederhana setara sekitar Rp1,00 juta per kilogram logam timah murni. Namun angka tersebut merupakan harga logam timah di pasar internasional dan bukan berarti harga pasir atau bijih timah yang diterima penambang sama dengan Rp1 juta per kilogram.

Harga Bijih Timah Rakyat Berbeda Berdasarkan Kadar Sn

Di tingkat penambang, harga sangat dipengaruhi oleh kadar Sn, bentuk material, mekanisme pembelian, pajak, biaya pengolahan serta ketentuan perusahaan pembeli.

Di Belitung Timur, misalnya, pemerintah daerah dan PT Timah menetapkan harga pembelian bijih timah rakyat sebesar Rp200.000 per kilogram untuk kadar Sn 73 persen, yang diberlakukan mulai 8 Agustus 2026.

Sebelumnya, harga pembelian di sejumlah stasiun pengumpul PT Timah di wilayah tersebut dilaporkan berada di sekitar Rp170.000 per kilogram untuk kadar Sn 72 persen, bahkan di beberapa lokasi disebut mencapai Rp180.000 per kilogram.

Perbedaan antara harga logam timah dunia dan harga bijih timah rakyat ini penting dipahami. Harga LME merupakan harga referensi logam timah dalam perdagangan internasional, sedangkan bijih timah masih mengandung material lain dan membutuhkan proses pengolahan serta pemurnian.

Harga Dunia Masih Menjadi Acuan Utama

Data LME menunjukkan harga timah masih berada pada level yang relatif tinggi. Pada 11 Agustus, harga timah kontrak tiga bulan tercatat US$55.850 per ton, kemudian bergerak ke US$56.300 pada 13 Agustus dan US$56.200 pada 14 Agustus.

Dalam perkembangan lain, PT Timah Tbk mencatat kinerja positif pada Semester I 2026. Berdasarkan laporan yang dikutip ANTARA, laba bersih perseroan mencapai Rp2,71 triliun, naik lebih dari sembilan kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi bijih timah meningkat 75 persen menjadi 12.232 ton Sn, sedangkan produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton. Volume penjualan juga meningkat menjadi 10.984 metrik ton, dengan harga jual rata-rata timah naik 52 persen menjadi US$49.794 per metrik ton.

Pemerintah Dorong Harga yang Lebih Transparan

Tingginya harga timah dunia juga memunculkan kembali perdebatan mengenai mekanisme harga pembelian bijih timah rakyat.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelumnya meminta agar harga pembelian timah dari masyarakat mengikuti kondisi pasar dan dilakukan secara transparan. Ia mencontohkan harga timah dunia yang berada di sekitar Rp1 juta per kilogram, tetapi menurutnya harga pembelian bijih timah rakyat tentu harus mempertimbangkan kadar serta struktur biaya dalam proses pengolahan.

Pemerintah juga tengah mendorong penguatan mekanisme perdagangan komoditas strategis. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan bursa komoditas strategis yang diharapkan dapat membuat Indonesia memiliki peran lebih besar dalam menentukan harga komoditas seperti timah, nikel dan emas. Operasionalnya ditargetkan mulai 1 Januari 2027.

Dengan demikian, harga timah dunia pada pertengahan Agustus 2026 masih berada di sekitar US$55.000–US$56.000 per ton, atau secara kasar sekitar Rp1 juta per kilogram untuk logam timah, tergantung kurs dan harga pasar saat transaksi.

Sementara itu, harga bijih timah rakyat jauh berbeda karena dihitung berdasarkan kadar Sn dan mekanisme pembelian. Di Belitung Timur, patokan terbaru yang diberitakan adalah Rp200.000 per kilogram untuk kadar Sn 73 persen.

Perbedaan angka tersebut menjadi penting bagi masyarakat Bangka Belitung, khususnya penambang, agar dapat membedakan antara harga timah dunia, harga logam timah murni, dan harga pembelian bijih timah di tingkat penambang.

Demikian Harga komoditas bergerak setiap waktu. Angka LME merupakan harga pasar internasional, sedangkan harga bijih timah rakyat dapat berbeda menurut kadar Sn, lokasi, ketentuan pembeli dan mekanisme transaksi.