Harga Timah Dunia Menguat Tajam, Sentuh Level US$54 Ribu per Ton di Akhir Mei 2026
Harga Timah Dunia Menguat Tajam, Sentuh Level US$54 Ribu per Ton di Akhir Mei 2026
Jakarta, Bukatabir.com,-Pasar timah internasional kembali menunjukkan tren penguatan signifikan pada perdagangan akhir Mei 2026. Harga logam timah di bursa global London Metal Exchange (LME) tercatat bertahan di level tinggi, didorong oleh meningkatnya permintaan industri elektronik dunia serta terbatasnya pasokan dari sejumlah negara produsen utama.
Berdasarkan data perdagangan internasional per 28 Mei 2026, harga timah kontrak tiga bulan di LME berada di kisaran US$54.393 hingga US$54.750 per metrik ton. Angka tersebut memperlihatkan kenaikan lebih dari 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan harga ini menempatkan timah sebagai salah satu komoditas logam dengan performa terbaik sepanjang semester pertama 2026. Para analis global menilai, penguatan tersebut dipicu oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku solder untuk industri semikonduktor, kendaraan listrik, hingga teknologi energi hijau yang terus berkembang di Amerika Serikat, China, dan kawasan Eropa.
Selain faktor permintaan, pasar juga dipengaruhi ketatnya pasokan global. Sejumlah negara produsen mengalami tekanan produksi akibat regulasi lingkungan, pengawasan ekspor mineral, hingga penurunan cadangan bijih berkualitas tinggi. Kondisi ini menyebabkan investor komoditas mulai kembali melirik timah sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Data LME menunjukkan harga timah sempat menyentuh level US$57.175 per ton pada Februari 2026 sebelum mengalami koreksi sehat dan kembali stabil di atas level US$54 ribu per ton pada akhir Mei.
Penguatan harga timah dunia turut memberikan dampak positif bagi negara-negara produsen utama, termasuk Indonesia. Sebagai salah satu eksportir timah terbesar dunia, Indonesia diperkirakan memperoleh momentum peningkatan nilai ekspor mineral, khususnya dari wilayah penghasil seperti Kepulauan Bangka Belitung.
Pelaku pasar memperkirakan harga timah masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa bulan ke depan. Namun selama permintaan industri teknologi global tetap tinggi dan pasokan dunia terbatas, tren harga diproyeksikan tetap berada dalam jalur bullish.
Lembaga analis komoditas internasional bahkan memprediksi harga timah masih dapat bergerak menuju level US$60 ribu per ton dalam 12 bulan mendatang apabila tekanan pasokan terus berlangsung.

Komentar via Facebook