Harga Timah Dunia Melonjak, Ekonomi Bangka Belitung Ikut Menggeliat
Harga Timah Dunia Melonjak, Ekonomi Bangka Belitung Ikut Menggeliat
Harga Timah Dunia Melonjak, Ekonomi Bangka Belitung Ikut Menggeliat
Foto Ilustrasi sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)
PENULIS : SAMSUL HIDAYAT
OWNER BUKATABIR.COM
PANGKALPINANG, BUKATABIR.COM,— Kondisi ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menunjukkan tren positif seiring melonjaknya harga timah dunia dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga logam timah di pasar internasional dinilai memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertambangan, perdagangan, hingga jasa pendukung tambang.
Berdasarkan data perdagangan internasional London Metal Exchange (LME), harga timah dunia pada awal Mei 2026 bergerak di kisaran USD 54.000 hingga USD 56.000 per ton. Angka tersebut menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan harga timah global dipicu oleh meningkatnya permintaan industri elektronik dan kendaraan listrik dunia, ditambah ketatnya pasokan dari sejumlah negara produsen. Kondisi geopolitik internasional juga ikut mendorong harga logam dasar mengalami penguatan signifikan.
Di Bangka Belitung, dampak positif mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas tambang timah rakyat kembali meningkat di sejumlah wilayah seperti Bangka Barat, Bangka Tengah, hingga Belitung Timur. Perputaran uang di tingkat desa juga mulai terasa lebih hidup dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Sejumlah pelaku usaha lokal menyebut kenaikan harga timah turut berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat. Warung makan, toko perlengkapan tambang, jasa transportasi laut, hingga usaha kecil menengah mulai mengalami peningkatan transaksi.
Selain itu, kinerja perusahaan tambang nasional juga mengalami lonjakan signifikan. PT Timah Tbk dilaporkan mencatat laba besar pada kuartal awal 2026 akibat terdongkrak kenaikan harga logam timah dunia dan meningkatnya volume penjualan ekspor.
Meski demikian, sejumlah pengamat ekonomi mengingatkan agar momentum kenaikan harga timah ini tidak hanya bergantung pada aktivitas tambang semata. Pemerintah daerah diminta memperkuat sektor hilirisasi, UMKM, perikanan, dan pariwisata agar ekonomi Bangka Belitung lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai menjadi salah satu faktor mempengaruhi pasokan dan harga timah dunia.
Masyarakat Bangka Belitung berharap tren positif harga timah dunia dapat bertahan dalam jangka panjang sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang masih belum stabil.

Komentar via Facebook