Diduga 3 Ton Timah Jadi Petaka: Truk Diduga Milik Liku Hantam Rumah Warga, Barang Bukti Malah “Diamankan”
Diduga 3 Ton Timah Jadi Petaka: Truk Diduga Milik Liku Hantam Rumah Warga, Barang Bukti Malah “Diamankan”
Foto Ilustrasi sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)
Penulis : radak 08 SH
BANGKA BARAT, BUKATABIR.COM, – Peristiwa tabrakan yang melibatkan truk bermuatan pasir timah di Desa Ranggi, Kecamatan Jebus, tak sekadar kecelakaan biasa. Di balik dentuman keras yang merobohkan bagian rumah warga, tersingkap dugaan praktik gelap yang lebih dalam dan mengusik rasa keadilan publik.
Truk berwarna putih yang mengangkut sekitar 3 ton pasir timah itu dilaporkan melaju dari arah Belinyu menuju Parittiga sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menghantam rumah warga. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Namun yang menjadi sorotan bukan sekadar tabrakan. Muatan truk yang diduga milik sosok bernama “Liku” justru memicu kecurigaan adanya jaringan distribusi timah yang belum tersentuh hukum.
*Bukan Urus Polisi, Malah Pindahkan Timah*
Alih-alih melapor ke aparat, sopir truk justru disebut sibuk mengamankan muatan.
Sejumlah warga mengaku diminta membantu memindahkan pasir timah dari kendaraan yang ringsek—dengan iming-iming upah besar.
“Upahnya lumayan, apalagi mau lebaran,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Langkah ini dinilai janggal. Publik menduga kuat ada upaya sistematis untuk menghilangkan barang bukti sebelum aparat turun tangan.
Nama “Liku” Kembali Mencuat
Nama “Liku” bukan kali pertama muncul dalam pusaran polemik timah di Bangka Belitung. Dalam beberapa kasus sebelumnya, sosok ini kerap dikaitkan dengan aktivitas distribusi pasir timah yang berada di wilayah abu-abu antara legal dan ilegal.
Pengakuan sopir yang menyebut muatan milik “bos Liku” semakin mempertegas keterkaitan tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi dari aparat.
Aparat Disorot, Publik Bertanya
Penanganan kasus ini justru menuai tanda tanya besar. Minimnya transparansi dan belum adanya kejelasan terkait asal-usul pasir timah membuat publik mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum.
Sorotan tajam mengarah pada aparat terkait yang dinilai belum berani menyentuh aktor utama di balik peristiwa ini.
Jika benar terjadi pembiaran, maka kasus ini bukan lagi sekadar kecelakaan lalu lintas—melainkan cerminan lemahnya penegakan hukum terhadap dugaan praktik tambang ilegal.
Alarm Keras dari Desa Ranggi
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi Bangka Belitung. Dari sebuah rumah warga yang hancur, terbuka dugaan lebih besar:
adanya distribusi timah yang tak transparan,dugaan penghilangan barang bukti,
hingga kemungkinan adanya pihak yang “tak tersentuh”.
Warga kini menanti penyelidikan menyeluruh dan terbuka. Sebab jika hukum terus tumpul ke atas, maka keadilan hanya akan menjadi cerita—bukan kenyataan.

Komentar via Facebook