Bareskrim Bongkar Jejak Mafia Internasional, Penyelundupan Lintas Negara Jadi Ancaman Serius Kedaulatan RI

Bareskrim Bongkar Jejak Mafia Internasional, Penyelundupan Lintas Negara Jadi Ancaman Serius Kedaulatan RI

Bareskrim Bongkar Jejak Mafia Internasional, Penyelundupan Lintas Negara Jadi Ancaman Serius Kedaulatan RI

Foto Ilustrasi sebagai pelengkap isi narasi berita (ist)

JAKARTA, BUKATABIR.COM,— Praktik penyelundupan lintas negara kembali menjadi sorotan serius setelah maraknya dugaan pengiriman komoditas ilegal melalui jalur laut yang diduga melibatkan jaringan terorganisir antarnegara.

Aktivitas ilegal tersebut dinilai tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi dan sumber daya alam, tetapi juga menjadi ancaman nyata terhadap penegakan hukum dan kedaulatan wilayah Indonesia.

Belakangan ini, aparat penegak hukum terus memperketat pengawasan terhadap jalur laut yang diduga menjadi lintasan utama sindikat penyelundupan internasional.

Sejumlah pengungkapan kasus menjadi bukti bahwa jaringan tersebut masih aktif beroperasi dan memiliki koneksi kuat lintas negara.

Menurut Irhamni, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan korban sekaligus mempercepat penanganan hukum lintas negara dalam kasus dugaan penyiksaan dan ancaman pembunuhan yang terjadi di Malaysia.

“Dir Tipidter sedang berproses melakukan koordinasi bersama Hubinter Polri serta Atase Kepolisian KBRI di Malaysia untuk proses evakuasi dan penanganan korban,” ujar Brigjen Pol. Mohammad Irhamni.

Pernyataan tegas juga datang dari kalangan pengamat keamanan maritim yang menilai bahwa negara tidak boleh memberi ruang terhadap mafia penyelundupan yang terus mencari celah kelemahan pengawasan.

“Penyelundupan lintas negara merupakan kejahatan terorganisir yang memiliki jaringan luas dan modal besar. Aparat harus bergerak hingga ke akar, bukan hanya menangkap pelaku lapangan,” ujar seorang pengamat hukum maritim, Selasa (19/5/2026).

Dalam beberapa waktu terakhir, Bareskrim Polri dikabarkan terus memburu mata rantai jaringan penyelundupan lintas negara yang diduga melibatkan jalur distribusi internasional. Langkah tersebut semakin menguat setelah adanya penangkapan seorang terduga pelaku jaringan penyelundupan di Malaysia yang disebut memiliki kaitan dengan aktivitas ilegal antarnegara.

Ini menjadi perhatian serius publik terus menanti. Aparat penegak hukum membuka tabir jaringan yang lebih besar.

“Ini bukan lagi kerja kelompok kecil. Ada dugaan sindikat yang terstruktur dan memiliki jaringan lintas batas negara. Karena itu, penindakan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” kata sumber.

Praktik penyelundupan sendiri disebut paling rawan terjadi pada komoditas bernilai tinggi, termasuk hasil tambang, pasir timah, bahan bakar, dan barang impor ilegal. Jalur laut di wilayah pesisir dinilai masih menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan sindikat karena lemahnya pengawasan di sejumlah area terpencil.

Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pelaku teknis di lapangan, melainkan mampu membongkar aktor intelektual dan pemilik modal besar yang diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut.

Ini merupakan menjadi alarm keras bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memberantas mafia penyelundupan lintas negara. Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan menyasar seluruh jaringan dinilai menjadi kunci untuk memutus praktik ilegal yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.