Air Sungai Butun Keruh, Warga Soroti Aktivitas Penggarapan Lahan di Dusun Kendodong, Desa Tumbak Petar

Air Sungai Butun Keruh, Warga Soroti Aktivitas Penggarapan Lahan di Dusun Kendodong, Desa Tumbak Petar

Air Sungai Butun Keruh, Warga Soroti Aktivitas Penggarapan Lahan di Dusun Kendodong, Desa Tumbak Petar

BANGKA BARAT, BUKATABIR.COM,– Aktivitas penggarapan lahan yang terjadi di kawasan Dusun Kendodong, Desa Tumbak Petar, Kabupaten Bangka Barat, menuai perhatian masyarakat. Sejumlah warga, khususnya nelayan dan pemancing udang di kawasan Sungai Butun yang berbatasan dengan Dusun Pisang, Desa Tugang, mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah menjadi keruh dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan dokumentasi video berdurasi sekitar 30 detik yang diterima redaksi Bukatabir.com dari warga, terlihat satu unit excavator berwarna merah sedang melakukan aktivitas penggarapan lahan di kawasan Dusun Kendodong, Desa Tumbak Petar. Dalam video tersebut juga tampak kondisi lahan yang telah terbuka dan berada di sekitar aliran air yang terhubung dengan kawasan Sungai Butun. Sejumlah warga menduga aktivitas tersebut berkontribusi terhadap kekeruhan air sungai.

Menurut keterangan sejumlah warga, perubahan warna air tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan yang tengah berlangsung. Kondisi ini disebut berdampak pada hasil tangkapan udang dan aktivitas mencari nafkah masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di aliran Sungai Butun.

"Kami biasanya mencari udang di sungai ini. Sekarang airnya keruh, hasil tangkapan juga berkurang," ujar salah seorang warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Tumbak Petar, Parli, yang akrab disapa Juki, menjelaskan bahwa aktivitas penggarapan lahan yang dimaksud tidak berada di dalam area Sungai Butun.

"Lokasinya tidak memasuki area Sungai Butun. Memang di masyarakat ada yang mendukung rencana pembangunan pabrik CPO sawit karena dianggap membuka lapangan pekerjaan, namun ada juga warga yang menyampaikan penolakan karena khawatir terhadap dampak lingkungan," ujar Juki.

Menurutnya, pemerintah desa menghormati berbagai aspirasi masyarakat dan berharap seluruh proses yang berkaitan dengan investasi maupun pembukaan lahan tetap mengedepankan aturan yang berlaku serta memperhatikan aspek lingkungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pengusaha Ahon Bakit. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Ahon Bakit maupun perusahaan terkait mengenai keluhan warga atas kondisi air sungai tersebut.

Nama Ahon Bakit pernah muncul dalam pemberitaan nasional terkait penyelidikan perkara dugaan korupsi tata niaga komoditas timah. Dalam proses penyidikan tersebut, Kejaksaan Agung pernah memeriksa sejumlah saksi dari kalangan pelaku usaha untuk mendalami perkara. Pemeriksaan saksi merupakan bagian dari proses hukum dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa seseorang melakukan tindak pidana. 

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan penyebab kekeruhan air, sekaligus melakukan pengujian kualitas air agar diperoleh kepastian ilmiah mengenai dampak aktivitas penggarapan lahan terhadap ekosistem Sungai Butun.

Selain itu, warga meminta agar setiap kegiatan pembukaan lahan maupun pembangunan industri tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, memenuhi seluruh perizinan yang dipersyaratkan, serta memperhatikan kepentingan masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada sumber daya sungai.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat keterangan dari warga dan Kepala Desa Tumbak Petar. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak Ahon Bakit maupun perusahaan yang terkait apabila ingin memberikan penjelasan atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.