Abdul Hadi: Kelangkaan Sapi Potong dan Ancaman Kenaikan BBM Bisa Picu Lonjakan Harga Daging
Abdul Hadi: Kelangkaan Sapi Potong dan Ancaman Kenaikan BBM Bisa Picu Lonjakan Harga Daging
Kelangkaan Sapi Potong di Bangka Barat Picu Kenaikan Harga Daging Sapi
BANGKA BARAT, BUKATABIR.COM, — Kelangkaan pasokan sapi potong yang didatangkan dari luar Pulau Bangka mulai berdampak terhadap harga daging sapi di tingkat pengecer. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha rumah potong hewan (RPH) dan pedagang daging di Kabupaten Bangka Barat.
Abdul Hadi, yang akrab disapa Dul Sapi, selaku pengelola Rizky RPH di Kecamatan Parittiga, mengungkapkan bahwa selama ini kebutuhan sapi potong di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Namun dalam beberapa waktu terakhir, jumlah sapi yang masuk ke Bangka Belitung mengalami penurunan signifikan.
Menurutnya, berkurangnya pasokan tersebut telah menyebabkan harga daging sapi mengalami kenaikan di tingkat pasar. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, kini telah naik menjadi sekitar Rp150.000 per kilogram.
"Selama ini Bangka Belitung masih sangat bergantung pada pasokan sapi potong dari luar pulau. Ketika pasokan berkurang, otomatis harga sapi hidup naik dan berdampak langsung pada harga daging di pasaran," ujar Abdul Hadi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Ia mengaku khawatir harga daging sapi akan terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan berdampak pada biaya transportasi dan distribusi ternak dari daerah pemasok menuju Bangka Belitung.
"Jika biaya angkut naik akibat kenaikan BBM, tentu harga sapi potong juga akan semakin mahal. Kondisi ini sangat berpengaruh bagi kami para pelaku usaha karena daya beli masyarakat saat ini juga sedang melemah akibat kondisi ekonomi yang belum menentu," katanya.
Abdul Hadi menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sapi tidak hanya berdampak pada pedagang dan pelaku usaha rumah potong hewan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, apabila harga terus meningkat, konsumsi daging sapi berpotensi menurun karena masyarakat akan mencari alternatif sumber protein yang lebih terjangkau.
Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera mengambil langkah strategis guna mengatasi kelangkaan pasokan sapi potong dan menstabilkan harga di pasaran.
"Kami berharap ada perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah untuk membantu mengatasi kelangkaan sapi potong ini. Jika tidak segera diantisipasi, harga daging sapi dikhawatirkan akan terus meroket dan semakin memberatkan masyarakat," tegasnya.
Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat memperkuat ketersediaan pasokan ternak, membuka jalur distribusi yang lebih efektif, serta memberikan solusi jangka panjang guna mengurangi ketergantungan Bangka Belitung terhadap pasokan sapi potong dari luar daerah.
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi, stabilitas pasokan dan harga menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus keberlangsungan usaha para pelaku pasar di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka Barat.

Komentar via Facebook